Kamis, 08 Desember 2022

Komunikasi SBAR dalam Pelayanan Keperawatan

  • Desember 08, 2022
  • Penerbit NEM

     




Komunikasi SBAR merupakan alat komunikasi yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) untuk mengomunikasikan informasi penting yang membutuhkan perhatian dan tindakan segera, komunikasi SBAR tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas handover yang akan menekan angka medical error. Jika komunikasi dalam serah terima pasien tidak dilakukan dengan baik maka dapat menyebabkan beberapa masalah, termasuk keterlambatan diagnosis medis dan kemungkinan peningkatan efek samping, serta konsekuensi lain termasuk biaya perawatan yang lebih tinggi, penyedia layanan yang lebih besar dan ketidakpuasan pasien.

Disiplin merupakan suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh pegawai dan menyebabkan pegawai dapat menyesuaikan diri dengan sukarela pada keputusan peraturan, dan nilai-nilai tinggi dari pekerjaan dan perilaku. Tingginya beban kerja dapat mengakibatkan terjadinya komunikasi yang buruk antara perawat dengan pasien, juga kegagalan kolaborasi antara perawat dengan dokter, sehingga terjadi ketidakpuasan pasien terhadap kerja perawat. Hal ini akan semakin bertambah buruk dengan ketidakdisiplinan perawat dalam melaksanakan pekerjaannya.

Buku ini akan membahas tentang definisi, manfaat, kelebihan dan faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan komunikasi SBAR, terutama kedisiplinan dan beban kerja perawat dalam melaksanakan komunikasi efektif SBAR. Buku ini disajikan dengan bahasa sederhana dengan harapan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para pembaca.



                                                                   PEMBELIAN BUKU: