Senin, 23 Oktober 2023

Reaktualisasi Semangat Kebangkitan Nasional 1908

  • Oktober 23, 2023
  • Penerbit NEM

 



Buku ini berisi Semangat Kebangkitan Nasional tahun 1908, yang membahas mengenai masa penjahan sebelum tahun 1908. Berawal dimulainya penjajahan Portugis, Spanyol, Belanda, Prancis, dan Inggris. Mulai dari perjuangan yang bersifat kedaerahan, perjuangan bersifat lokal atau kedaerahan tidak secara serentak. Secara fisik menggunakan senjata tradisional, seperti bambu runcing, golok, atau senjata tradisional lainnya. Sehingga kalah dalam persenjataan. Dipimpin oleh tokoh-tokoh karismatik, seperti tokoh agama atau bangsawan. Bersifat sporadis atau musiman. Efektifnya politik adu domba (devide et impera). Perlawanan tersebut tidak menampaKkan hasilnya. Bahkan selalu gagal dan dapat diberantas oleh penjajah. Ditambah lagi, dalam perjuangan yang dilakukan melawan penjajah masih berkurangnya rasa persatuan dan kesatuan, hal ini dikarenakan pada saat ini belum adanya rasa senasib dan sepenanggungan yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Kemudian semangat persatuan Kebangkitan Nasional ialah masa di mana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan. Hingga akhirnya dengan semangat nasionalisme mampu mencapai kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Reaktualisasi semangat Kebangkitan Nasional perlu kita gaungkan, terutama setelah bangsa Indonesia dihantam pandemi. Tak hanya itu, merosotnya sendi-sendi sosial ekonomi bangsa Indonesia, kurangnya kesadaran berbangsa di kalangan generasi muda, kurangnya keteladanan juga menjadi alasan perlunya dibangkitkan lagi semangat nasionalisme. Untuk menghadapi situasi ini, persatuan seluruh elemen bangsa menjadi kuncinya. Hanya dengan persatuan dan kebersamaan, kita akan kembali bangkit menjadi bangsa yang besar di dunia.


                                                               PEMBELIAN BUKU: