Minggu, 10 April 2022

Mengembangkan Kemampuan Higher Order Thinking Skill Siswa dalam Pembelajaran Sejarah

  • April 10, 2022
  • Penerbit NEM

 


Jika ingin melihat sejauh mana ketercapaian peserta didik dalam menguasai pembelajaran, maka harus dilakukan penilaian. Standar penilaian pada kurikulum 2013 dilakukan dengan mengadaptasi model-model penilaian berstandar internasional. Salah satunya adalah HOTS (Higher Order Thinking Skill) yang  menilai apakah peserta didik sudah memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti: menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasikan.

Buku ini akan membahas pengembangan instrumen penilaian HOTS (Higher Order thinking Skill). Kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skill) adalah salah satu tingkat kemampuan berpikir yang ditawarkan oleh Anderson dan Kratwhol yang diperkenalkan pada tahun 2001, dengan kata lain HOTS merupakan revisi dari tingkat kemampuan berpikir dari Bloom (1956). Penyusunan soal HOTS umumnya menggunakan stimulus. Stimulus tersebut hendaknya bersifat konstektual dan menarik.

Buku ini disajikan dengan bahasa yang sederhana dan contoh aplikasinya pada pembelajaran sejarah yang telah diuji coba penulis pada salah satu materi. Harapannya, hal yang demikian itu dapat menambah pengetahuan dan bisa jadi panduan atau pedoman bagi mahasiswa, pendidik atau civitas akademika yang ingin menggunakan HOTS dalam mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.

Beli Buku: