Buku ”Jejak Rasa: Menyusuri Keberlanjutan Cita Rasa
Nusantara” menyajikan eksplorasi mendalam mengenai kuliner Indonesia dengan
menghubungkan sejarah, keberlanjutan, dan inovasi dalam gastronomi. Dalam empat
bab utama, buku ini menggali akar kuliner nusantara dari hubungan antara
manusia dan alam, serta bagaimana tradisi kuliner berkembang menjadi gastronomi
modern.
Buku ini juga mengulas bagaimana inovasi kuliner dapat
memperkuat ekonomi lokal melalui kolaborasi antara para pemangku kepentingan di
bidang gastronomi, serta menciptakan lapangan kerja. Lebih jauh, disampaikan
juga tentang pentingnya memilih makanan yang tidak hanya lezat tetapi juga
mendukung keberlanjutan dan budaya lokal. Melalui berbagai kreasi kuliner
otentik, pembaca diajak untuk memahami bahwa setiap hidangan bukan hanya
sekadar rasa, tetapi juga sejarah dan identitas yang melambangkan hubungan
harmonis antara manusia dan alam. Buku ini menjadi rujukan bagi siapa saja yang
ingin mengapresiasi dan melestarikan kekayaan kuliner Indonesia sambil
mendorong praktik yang lebih berkelanjutan.

Buku Ajar Alat Peraga Fisika Dasar Berbasis
IoT menghadirkan inovasi dalam pengembangan media pembelajaran fisika
dengan menggabungkan konsep dasar sains dan teknologi digital. Karya ini
menyoroti pentingnya keterhubungan antara teori dan pengalaman nyata, sekaligus
menawarkan solusi atas keterbatasan sarana laboratorium konvensional melalui
penerapan Internet of Things (IoT).
Isi buku mencakup:
1.
Penjelasan teori dasar mengenai suhu, kalor,
dan mekanisme perpindahan energi.
2.
Pengenalan IoT serta penerapannya dalam
pendidikan sains.
3.
Desain dan sistem kerja alat peraga berbasis
IoT, dilengkapi diagram blok, flowchart, dan tampilan data digital.
Buku ini tidak hanya menjadi panduan belajar,
tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan teknis,
literasi digital, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Dengan pendekatan
interaktif berbasis teknologi, buku ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi
akademik sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja dan
penelitian yang semakin menuntut integrasi teknologi digital.

Buku “Sistem Basis Data” membahas secara
menyeluruh konsep, prinsip, dan penerapan basis data dalam bidang teknologi
informasi. Basis data merupakan elemen penting dalam pengelolaan informasi
modern, mulai dari organisasi bisnis, lembaga pendidikan, hingga pemerintahan.
Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai sistem basis data menjadi
kebutuhan utama bagi mahasiswa, praktisi, maupun peneliti.
Materi dalam buku ini
disusun secara sistematis, dimulai dari pengenalan konsep dasar basis data,
model data, dan perancangan skema basis data, hingga ke tahap implementasi
menggunakan perangkat lunak Database
Management System (DBMS). Selain itu, buku ini juga membahas topik penting
seperti bahasa SQL, normalisasi, keamanan basis data, manajemen transaksi, dan
tren teknologi basis data terkini.
Dengan pendekatan yang
sederhana namun mendalam, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi utama
dalam mempelajari dan mengembangkan sistem basis data.

Buku
ini terinspirasi strategi Sri Lanka menghadapi Sea Tiger LTTE, Rusia menghadapi
serangan USV Ukraina, dan Amerika Serikat menghadapi serangan Houthi. Perang
gerilya modern di laut tidak hanya dilakukan oleh Negara seperti Ukraina, namun
juga oleh aktor nonnegara seperti Houthi. Sehingga strategi anti perang gerilya
modern di laut melawan UAV, USV, dan UUV
tidak hanya dilakukan oleh Negara dengan kekuatan militer besar seperti Amerika
Serikat dan Rusia, namun juga negara berkembang seperti Sri Lanka.
Strategi
perang gerilya laut maupun anti gerilya laut modern sangat sesuai dengan konsep
perang berlarut yang dikemukakan oleh Menteri Pertahanan RI dalam kerangka
defensif aktif, yaitu strategi pertahanan yang menekankan kemampuan bertahan
jangka panjang, mematahkan kehendak lawan, serta memaksimalkan seluruh sumber
daya nasional untuk menghadapi konflik.
Drone kamiakze UAV, USV, maupun
UUV secara langsung sesuai dengan karakter perang berlarut karena bersifat
relatif murah, dapat diproduksi massal, mudah diganti ketika hilang, serta
mampu memberikan efek tempur dan intelijen yang penting tanpa mengorbankan
personel. Swarm attack juga sesuai dengan konsep “Hellscape”, sebuah doktrin
yang bertujuan membanjiri zona pertempuran dengan ribuan drone otonom murah
sebagai serangan kamikaze. Penulis juga menyertakan pengalaman dalam
menciptakan maritime kamikaze drone yang dapat berfungsi sebagai USV dan UAV
sebagai sasaran dalam sarana latihan menghadapi perang gerilya modern di laut.
