Senin, 10 Oktober 2022

Dakwah bi Al-Qalam Nabi Muhammad saw.

  • Oktober 10, 2022
  • Penerbit NEM

                                                            



Ketika Nabi Muhammad mengadakan gencatan senjata dengan Quraisy Makkah yang menentang ajaran agama Islam, peristiwa ini digunakan oleh beliau untuk menyebarkan ajaran agamanya ke luar wilayah Madinah melalui media surat yang dikenal dengan da’wah bi al-qalam. Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad mulai berdakwah dengan surat terhitung sejak dimulainya gencatan senjata yang dikenal dengan perjanjian damai Hudaibiyah (S{ulh}u Hudaybiyyah) tahun ke-6 Hijriyah hingga beliau wafat, yakni tahun ke-10 Hijriyah.


Baginya, perjanjian damai Hudaibiyah adalah kesempatan emas untuk menyebarkan Islam melalui surat, baik di semenanjung Arab, maupun di luar semenanjung Arab. Dalam mendakwahkan agama barunya dengan media tulisan yang berupa surat resmi berstempel kenabian ini, kesuksesan banyak diraih. Tidak sedikit pemimpin kerajaan dan rakyatnya yang berbondong-bondong memeluk Islam hanya dengan membaca sepucuk surat Muhammad yang dikirimkan melalui utusannya. Dari sekian banyak raja, baik yang berada di Jazirah Arab maupun di luar Jazirah Arab, hanya ada satu raja yang marah dan menyobek-nyobek surat beliau yang berisi ajakan untuk memeluk agama Islam tersebut, yaitu Kisra, raja dari kerajaan adidaya Persia.

Buku ini berjudul “Dakwah bi Al-Qalam Nabi Muhammad saw.” merupakan salah satu bahan referensi penting bagi para dosen yang mengampu mata kuliah ilmu dakwah, di lingkungan UIN, IAIN, STAIN, dan PTAIS.


                                                PEMBELIAN BUKU: