Senin, 05 September 2022

Konseling Perilaku Seks Berisiko pada Remaja

  • September 05, 2022
  • Penerbit NEM


Pada awal usia remaja, keterlibatan remaja dalam kelompok sebaya ditandai dengan persahabatan dengan teman, utamanya teman sejenis, hubungan mereka begitu akrab karena melibatkan emosi yang cukup kuat. Mengkaji persahabatan di kalangan teman sebaya, banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang menentukan daya tarik hubungan interpersonal di antara para remaja pada umumnya adalah adanya kesamaan dalam minat, nilai-nilai, pendapat, dan sifat-sifat kepribadian. Perilaku seksual merupakan segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik bagi lawan jenis maupun sesama jenis.

Pada dasarnya remaja tidak diperbolehkan untuk melakukan hubungan seksual pranikah. Selain karena hubungan seksual itu seharusnya hanya dilakukan oleh pasangan resmi yang sudah menikah, kehamilan pada usia di bawah 20 tahun merupakan kehamilan yang berisiko. Hubungan seksual yang dilakukan tidak secara aman juga dapat menyebabkan remaja terkena IMS, HIV, dan AIDS. Namun hal tersebut telah mengalami pergeseran pada masa sekarang. Sebagian remaja masa kini menganggap bahwa hubungan seks pada masa pacaran adalah hal biasa dan wajar dilakukan.

Konseling merupakan program kesehatan sebagai penunjang perubahan perilaku remaja terhadap pengetahuan dan sikap tentang perilaku seks berisiko. Ada beberapa tujuan konseling yang sering dipakai oleh beberapa pakar, dikemukakan oleh Shertzer dan Stone yaitu perubahan tingkah laku (behavioral change), kesehatan mental positif (positive mental health), keefektivan pribadi (personal effectiveness), dan pembuatan keputusan (decision making).

Harapan penulis, buku ini dapat digunakan oleh mahasiswa yang sementara belajar tentang promosi kesehatan dan perubahan perilaku, juga bisa digunakan oleh praktisi kesehatan terutama konselor dalam mengembangkan perubahan perilaku di masyarakat khususnya pada remaja.


                                                     PEMBELIAN BUKU: