Jumat, 26 Mei 2023

Komunikasi Antarbudaya : Keharmonisan Sosial dalam Masyarakat Multikultur

  • Mei 26, 2023
  • Penerbit NEM

     






Kemajemukan sebuah masyarakat merupakan realitas yang tidak dapat dielakkan. Masyarakat multikultural hidup dengan berbagai macam problematika yang dihadapi. Masyarakat muslim dan adat Aboge di Mudal adalah salah satu bentuk masyarakat yang hidup berdampingan di tengah perbedaan yang ada. Dua masyarakat dengan latar belakang sesama suku Jawa, namun berbeda dalam hal keyakinan, yaitu antara masyarakat pemeluk Islam dan masyarakat adat Aboge yang notabene pemeluk penghayat kepercayaan. Keharmonisan masyarakat tercipta melalui komunikasi yang dilakukan. Komunikasi tersebut berfungsi untuk aktualisasi dan keberlangsungan hidup masyarakat. Masyarakat muslim dan Aboge berkomunikasi menggunakan berbagai jenis, bentuk, dan pola. Masyarakat juga menampilkan budaya kolektivitas dan kohesivitas sosial yang kuat. Perilaku komunikasi tersebut muncul karena strategi adaptasi berupa integrasi. Masyarakat mampu memelihara budaya asli sekaligus mampu berbaur dengan budaya lain. Keharmonisan terwujud didukung juga oleh masyarakat muslim dan adat Aboge yang memiliki kompetensi komunikasi antarbudaya yang tinggi sehingga mampu mewujudkan kesatuan dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan tanpa ada konflik sama sekali. 


                                                            PEMBELIAN BUKU: