Jumat, 19 Januari 2024

Analisis Algoritma ID3 pada Kunjungan Akseptor KB

  • Januari 19, 2024
  • Penerbit NEM

 


Adanya penurunan capaian akseptor KB akan memiliki dampak terhadap terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan mengalami risiko di kehamilannya. Jika akseptor yang sebelumnya aktif melakukan kunjungan ulang namun saat kunjungan berikutnya tidak melakukan kunjungan ulang, maka proteksi terhadap kehamilan menjadi tidak ada sehingga kemungkinan kehamilan bisa terjadi. Dilihat dari beberapa alat kontrasepsi misalnya pil KB memiliki risiko kehamikan sebesar 20%, suntik KB sebesar 10%, dan IUD sebesar 15%. Jumlah tersebut jika terjadi penambahan kehamilan berkisar antara 370.000 sampai 500.000 kehamilan. Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi oleh tenaga kesehatan dalam upaya menjarangkan kehamilan, menunda atau pun mengakhiri kesuburan. Namun selama wabah COVID-19 di mana masyarakat diharuskan untuk tetap di rumah dan mengurangi berkegiatan di luar menyebabkan akseptor KB menunda untuk melakukan kunjungan ulang ke tenaga kesehatan karena khawatir tertular COVID-19.

 

Buku ini akan membahas kunjungan akseptor KB dengan analisis algoritma ID3. Sehingga akan terlihat berupa pohon keputusan sebagai prediksi kunjungan akseptor KB pada masa pandemi. Harapannya, buku ini dapat membantu untuk meningkatkan kembali kunjungan akseptor KB.


                                                                PEMBELIAN BUKU: