Termodinamika Teknik Kimia : Mesin Panas Penghasil Tenaga, Pendinginan, dan Pencairan Gas
Panas
dapat diubah menjadi tenaga sesuai Hukum Kedua Termodinamika. Berdasarkan cara
pemasukan panas ke fluida kerja, mesin panas dibagi menjadi dua: vapor
expansion engine dan internal combustion engine.
Pada
Vapor Expansion Engine, fluida kerjanya berupa uap bertekanan tinggi dari
boiler yang dipanaskan dengan api. Uap ini diekspansikan, kemudian
dikondensasikan dan dikembalikan ke boiler sehingga membentuk siklus tertutup,
contohnya steam power plant dengan siklus rankine. Siklus ini lebih praktis
daripada carnot karena memungkinkan pemanasan hingga superheated dan kondensasi
penuh.
Sementara
itu, pada Internal Combustion Engine, fluida kerjanya berupa gas hasil
pembakaran dalam mesin. Energi kimia diubah langsung menjadi energi panas
melalui pembakaran, contohnya siklus otto, siklus diesel, dan turbin gas.
Pendinginan
adalah proses menjaga suhu sistem di bawah lingkungan dengan menyerap panas
pada suhu rendah, biasanya melalui penguapan cairan dalam kondisi steady state.
Uap dikembalikan menjadi cair dengan dua cara: dikompresi lalu dikondensasi,
atau diserap cairan volatilitas rendah lalu diuapkan pada tekanan lebih tinggi.
Fluida kerja inilah yang berperan dalam sistem pendingin. Ada tiga metode
pendinginan: kompresi, absorbsi, dan siklus udara.
Pencairan
gas mengubah gas menjadi cair melalui siklus kompresi, pendinginan, dan
ekspansi. Prinsip dasarnya adalah Efek Joule-Thomson, yang digunakan dalam
sistem modern seperti proses Linde dan Claude.
.jpg)