Puasa itu Alkitabiah : Mewujudkan Prinsip Berpuasa dalam Perjanjian Lama
Puasa
merupakan bagian dari disiplin rohani yang membutuhkan pemahaman bahwa Tuhan
itu adalah pribadi yang penuh kasih. Tuhan mengasihi semua orang, dan DIA rindu
untuk membangun hubungan pribadi dengan semua orang. DIA ingin agar setiap
orang datang padaNya dengan kesadaran bahwa Dialah yang memiliki otoritas penuh
atas hidup manusia. Untuk mewujudkan puasa, setiap orang harus memiliki
motivasi yang benar yaitu ingin bersekutu intim bersama Tuhan. Sikap
merendahkan diri dalam menghadap Tuhan pada waktu puasa, merupakan sikap yang
diharapkan dengan maksud untuk menumbuhkan rasa kebergantungan kepada DIA. Alkitab
menjelaskan bahwa tokoh-tokoh khususnya di Perjanjian Lama, melakukan puasa
didasari prinsip-prinsip seperti: kesungguhan hati, mencari Tuhan, mengaku dosa
dan bertobat, menyadari janji Tuhan, berketetapan hati, bersedia menerima
konsekuensi, bergantung pada Tuhan, dan mengedepankan iman.
Buku
ini membahas bagaimana tokoh-tokoh Alkitab Perjanjian Lama melakukan puasa dan
mengapa mereka berpuasa. Sekalipun puasa merupakan bagian dari sebuah disiplin
rohani, akan tetapi penjelasan tentang keadaan mereka akan menolong pembaca
untuk memahami bagaimana puasa itu dijalankan dan bagaimana jawaban Tuhan atas
doa mereka. Alkitab juga menjelaskan bagaimana mereka memiliki keyakinan iman.
Oleh karena Alkitab perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, penulis
menambahkan penjelasan arti dari frasa atau kata penting sehingga pembaca dapat
memahami isi dari penjelasan yang dimaksud dan pembaca mulai termotivasi untuk
melakukan puasa.
.jpg)