Selasa, 30 Juni 2026

Morfologi Digital: Cara Netizen Membentuk Kata di Media Sosial

  • Juni 30, 2026
  • Penerbit NEM


Setiap kali jari-jari mengetik komentar di X, Instagram, atau Threads, sesungguhnya sebuah laboratorium bahasa sedang bekerja tanpa henti. Buku “Morfologi Digital: Cara Netizen Membentuk Kata di Media Sosial” mengajak pembaca menyelami bagaimana netizen Indonesia—tanpa sadar—menjadi pencipta kata, pelanggar kaidah, sekaligus penjaga kompetensi linguistik dalam satu waktu. Dari fenomena “menyala abangkuh”, singkatan ala kolom komentar platform X, hingga pemajemukan kreatif di akun Instagram dan pola morfofonemik dalam unggahan Threads, buku ini membedah satu per satu jejak morfologis yang tersembunyi di balik bahasa gaul yang terlihat asal-asalan, namun ternyata menyimpan logika kebahasaan yang menarik untuk ditelusuri.

Disusun oleh sekelompok penulis muda dari Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, buku ini memadukan landasan teori morfologi klasik dengan data autentik dari ruang digital masa kini—menjadikannya jembatan antara kajian linguistik akademis dan realitas bahasa Generasi Z dan Alpha. Lebih dari sekadar kumpulan analisis kesalahan berbahasa, karya ini adalah ajakan untuk memahami bahwa bahasa media sosial bukanlah kemerosotan, melainkan bukti kelenturan dan kreativitas bahasa Indonesia dalam beradaptasi dengan zaman. Wajib dibaca oleh mahasiswa, guru, dosen, peneliti linguistik, dan siapa pun yang ingin memahami ke mana arus bahasa Indonesia sedang mengalir di tengah derasnya arus digitalisasi.