Kebijakan Ketahanan Pangan : Perspektif Kebijakan, Kelembagaan, dan Kearifan Lokal Lahan Basah Tropis
Ketahanan
pangan kerap dibicarakan dalam angka produksi, padahal di baliknya terdapat
persoalan yang jauh lebih berlapis: Siapa yang mampu menjangkau pangan? Bagaimana
pangan itu sampai ke meja makan? Berapa harga ekologis yang harus dibayar untuk
menghasilkannya? Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi semakin rumit pada wilayah
lahan basah tropis, tempat gambut, sungai, dan kearifan lokal saling bertaut
membentuk sistem pangan yang khas.
Buku
ini menelusuri persoalan tersebut secara berjenjang dalam dua puluh tujuh bab:
dari pengertian dan landasan pemikiran ketahanan pangan, sistem pangan, lahan
dan air, paludikultur, pangan lokal dan perikanan darat, faktor kerentanan
termasuk perubahan iklim dan kebakaran, sejarah dan landasan kebijakan nasional
dan daerah, tata ruang, kelembagaan desa, cara dan alat menilai kebijakan,
tolok ukur gabungan, penilaian dampak, dan komunikasi kebijakan, hingga contoh
kasus Food Estate, lumbung pangan desa, air bersih, dan susut pangan di wilayah
lahan basah. Buku ini juga dilengkapi dengan pembahasan tata air lahan gambut,
dampak perubahan iklim, kesiapsiagaan desa menghadapi kebakaran hutan dan
lahan, serta pengolahan air dan pengelolaan sampah perkotaan.
Ditujukan
bagi akademisi, praktisi, dan perumus kebijakan, buku ini menawarkan cara
membaca kebijakan pangan yang tidak berhenti pada produksi, melainkan
mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem yang menopangnya. Sebab pada wilayah
gambut, kebijakan pangan yang abai terhadap air pada akhirnya akan kehilangan
lahannya sendiri.
Judul : Kebijakan Ketahanan Pangan : Perspektif Kebijakan, Kelembagaan, dan Kearifan Lokal Lahan Basah Tropis
Penerbit : PT Nasya Expanding Management (Penerbit NEM)
ISBN : Sedang Proses
Penulis : Dr. Ir. Sari Marlina, S.Hut., M.Si., dkk.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : xxii + 190 halaman
Harga : Rp83.900,00
PEMBELIAN BUKU:












