Selasa, 23 Januari 2024

Terapi Non Farmakologi pada Pasien Skizofrenia

  • Januari 23, 2024
  • Penerbit NEM

 



Skizofrenia berasal dari dua kata, yaitu “skizo” yang artinya retak atau pecah (split), dan “frenia” yang artinya jiwa. Dengan demikian seseorang yang menderita gangguan jiwa skizofrenia adalah orang yang mengalami keretakan jiwa atau keretakan kepribadian (splitting of personality) yang dapat memengaruhi otak dan psikis ditandai dengan penyimpangan realitas, penarikan diri dari interaksi sosial, serta disorganisasi persepsi, pikiran dan kognitif. Menurut catatan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2018), prevalensi rumah tangga dengan ART gangguan jiwa skizofrenia/psikosis meningkat dari 0,3 sampai 1 per mil di tahun 2013 menjadi 6,2 sampai 7,0 per mil di tahun 2018.

 

Buku ini akan membahas terapi non farmakologi pada pasien skizofrenia, sehingga dengan terapi non farmakologi yang tepat dapat meningkatkan status kesehatan mental. Terapi non farmakologi lebih aman digunakan karena tidak menimbulkan efek samping seperti obat-obatan, karena terapi non farmakologi menggunakan proses fisiologis. Terapi non farmakologi telah banyak digunakan dan terbukti efektivitasnya dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan mental. Selain itu, adanya stigma tentang kesehatan jiwa dan keterbatasan akses pasien ke psikiater dapat mempersulit pemberian psikotropika, sehingga peran terapi non farmakologis dapat diajarkan pada pasien menjadi semakin penting. Harapannya, melalui buku ini dapat menambah pengetahuan pembaca tentang efektifitas terapi non farmakologi sebagai intervensi berbagai kesehatan mental.


                                                                PEMBELIAN BUKU: