Kamis, 10 Maret 2022

Dinamika Emosi Anak Usia Dini: Kajian Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi COVID-19 (Jilid 2)

  • Maret 10, 2022
  • Penerbit NEM

 


Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memerlukan perlakuan khusus karena hambatan perkembangan dan hambatan lain yang dialaminya. Dari segi disabilitas, anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan keterbatasan pada satu atau lebih kemampuan, baik secara fisik, seperti tunanetra dan tuli, maupun secara psikologis, seperti autisme dan ADHD. Anak berkebutuhan khusus adalah individu dengan hak yang sama atas pendidikan termasuk pembelajaran jarak jauh di masa pandemi. Tentu saja, berbicara pembelajaran jarak jauh akan selalu terkait dengan pandemi COVID-19. Pandemi COVID-19 telah mengubah masyarakat. Perubahan sosial yang terjadi saat ini termasuk dalam kategori perubahan sosial yang tidak direncanakan. Pandemi COVID-19 ini merupakan perubahan yang agak mendadak dan dramatis bagi anak berkebutuhan khusus, bahkan bagi semua orang pada umumnya, sehingga jika tidak diawasi dengan baik, anak bisa merasa emosional.

Selama karantina wilayah diterapkan, seluruh kegiatan pembelajaran dialihkan dari rumah. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona. Termasuk juga pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Anak berkebutuhan khusus melakukan kegiatan belajar di rumah bersama keluarganya. Aktivitas sehari-hari, dari bangun tidur hingga kembali tidur, semuanya dilakukan di rumah.

Orangtua adalah figur bagi anak yang dapat mengontrol dan memaksimalkan perannya dalam membimbing anak di rumah. Orangtua mungkin merasa terkejut, cemas, dan takut tentang perubahan rutinitas. Anak berkebutuhan khusus dapat dipahami sebagai anak yang memiliki karakteristik fisik, emosional, dan mental yang berbeda dengan anak pada umumnya. Pembelajaran jarak jauh jelas merupakan pengalaman baru bagi anak berkebutuhan khusus. Pengalaman sekolah “online” berdampak pada anak berkebutuhan khusus, yaitu kecemasan yang berlebihan, gangguan tidur, ketidakstabilan emosi, agresi, stres pada anak, penurunan kemandirian, perilaku tidak teratur, toleransi dan temperamen. Hambatan orangtua dalam membantu anaknya belajar di rumah adalah orangtua tidak menguasai teknologi, tidak memahami dokumen, tidak memiliki waktu untuk dihabiskan bersama anak. Cara orangtua membantu anak berkebutuhan khusus menyesuaikan diri dengan melakukan lebih banyak aktivitas di rumah, memantau emosi anak, dan menjaga rutinitas.

Beli Buku: