Selasa, 01 November 2022

Dinamika Islam di Nusantara

  • November 01, 2022
  • Penerbit NEM

    




Islam adalah agama yang menuntun umatnya agar senantiasa istiqamah dengan apa yang telah diajarkan di dalam Al-Quran dan juga sunnah Nabi Muhammad saw., dengan berpegang kepada keduanya tanpa keraguan sedikit pun tentu mereka selalu mendapat bimbingan dari Allah Swt. baik secara lahir maupun batin. Hal tersebut menunjukkan bahwa meyakini apa yang telah dilakukan oleh pendahulu terutama para sahabat rasul, tabi’, dan tabi’in hinggalah para ulama dan kita hari ini, agar senantiasa berjuang dalam menyebarkan kebaikan melalui aktivitas dakwah seantero dunia.

 

Agama Islam dalam sejarahnya dibawakan Nabi Muhammad saw. yang pada mula disampaikan secara sembunyi (dakwah sirriyah) lebih kurang tiga tahun lamanya, mengingat situasi dan kondisi masyarakat ketika itu, meskipun demikian di antara penduduk Mekah (Quraisy) tetap ada yang memeluk Islam dan yakin dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw. Tanpa disadari bahwa hari demi hari bulan berganti demikian halnya dengan tahun, pemeluk Islam kian hari kian bertambah, tidak hanya mereka yang dari kaum yang lemah, tetapi mereka yang kaya dermawan seperti Abu Bakar Shidiq, Usman bin Affan, dan juga yang intelek, lalu kemudian Allah Swt. memerintahkan Nabi-Nya Muhammad saw. agar menyampaikan ajaran Islam secara terang-terangan (dakwah jahriyyah), tujuannya adalah agar masyarakat Mekah melihat secara nyata perlakunya dan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. tentang tauhid (akidah) serta tata cara beribadah lengkap dengan tujuannya, dan tata cara dalam pergaulan (komunikasi) antarsesama baik terhadap muslim maupun dengan nonmuslim dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kesuksesan pengembangan dakwah islamiyah tersebut, Allah Swt. sendiri yang menyatakan kesempurnaannya, yang telah Nabi laksanakan selama 23 tahun tersebut, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran surat al-Maidah ayat 3 “pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”.

 

Demikian pula di nusantara, kedatangan Islam telah membangun dinamika kehidupan masyarakat hebat, melalui orang-orang yang ‘alim dan ‘abid dari Arab, dan saudagar Gujarat, yang datang ke wilayah nusantara, mulai dari samudra Pasai-Aceh hinggalah merata di Sumatera dan Jawa bahkan melintasi Sulawesi dan Kalimantan. Mereka dengan akhlaknya sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah, kepada pengikutnya pentingnya budi pekerti (akhlak al-karimah) sehingga dapat diteladani oleh orang lain. Dan kemudian akan menjadi daya tarik tesendiri tanpa harus bertanya yang sepertilah esensial Islam, tanpa harus melalui peperangan, penindasan, dan pemaksaan penyiarannya, sehingga sifat dan sikap santun tesebut dapat diterima kedatangan dan keberadaannya oleh masyarakat di nusantara.

 

                                                            PEMBELIAN BUKU: