Manajemen Infrastruktur Pariwisata
Buku ajar Manajemen Infrastruktur
Pariwisata disusun untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai peran
strategis infrastruktur dalam pengembangan dan tata kelola destinasi pariwisata
modern. Infrastruktur tidak diposisikan semata sebagai penyediaan aset fisik,
melainkan sebagai bagian integral dari sistem pelayanan publik yang menentukan
kualitas pengalaman wisata, keberlanjutan destinasi, serta daya saing wilayah
dalam jangka panjang. Melalui pendekatan teoretis dan aplikatif, buku ini menegaskan
bahwa keberhasilan pembangunan pariwisata sangat bergantung pada kemampuan
mengelola infrastruktur secara terencana, kolaboratif, dan berbasis data.
Pembahasan diawali dengan landasan
konseptual dan teoretis
infrastruktur pariwisata dalam perspektif ekonomi publik, governance,
dan pembangunan berkelanjutan. Buku ini menguraikan bagaimana infrastruktur
berfungsi sebagai instrumen kebijakan publik yang menghubungkan kepentingan
pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam satu kesatuan sistem destinasi.
Selanjutnya, buku ini mengkaji perencanaan strategis infrastruktur pariwisata
yang berorientasi jangka panjang, adaptif terhadap dinamika pasar, serta
terintegrasi dengan tata ruang dan kebijakan pembangunan wilayah.
Aspek pembiayaan dan investasi menjadi
fokus penting dengan pembahasan mengenai pembiayaan publik, investasi swasta,
serta skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebagai model governance
kolaboratif. Analisis biaya-manfaat diperluas dengan mempertimbangkan dampak
sosial dan lingkungan, sehingga pembaca diajak memahami infrastruktur
pariwisata dalam kerangka keberlanjutan, bukan sekadar kelayakan finansial.
Buku ini juga membahas pengelolaan dan operasional infrastruktur, termasuk
manajemen aset, pemeliharaan, dan koordinasi antarpemangku kepentingan dalam
operasional destinasi.
Perkembangan green infrastructure,
smart tourism, dan teknologi digital diuraikan sebagai pilar inovasi yang
mampu meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan ketahanan destinasi. Selain itu, buku
ini menekankan pentingnya manajemen risiko dan ketahanan infrastruktur dalam
menghadapi perubahan iklim, bencana, dan ketidakpastian ekonomi. Pada bagian
akhir, buku ini mengkaji penggunaan indikator kinerja, sistem informasi, dan
evaluasi kebijakan sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based
decision making) dalam tata kelola infrastruktur pariwisata.
Disertai dengan
studi kasus Indonesia, latihan, tugas mahasiswa, serta keterkaitan dengan
regulasi nasional, buku ajar ini dirancang untuk mendukung pembelajaran di
perguruan tinggi, khususnya pada bidang manajemen dan pariwisata. Buku ini
diharapkan menjadi rujukan akademik dan praktis bagi mahasiswa, dosen,
peneliti, serta pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengelolaan infrastruktur
pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.
