Strategi Antiperang Gerilya Modern di Laut Melawan UAV, USV, dan UUV
Buku
ini terinspirasi strategi Sri Lanka menghadapi Sea Tiger LTTE, Rusia menghadapi
serangan USV Ukraina, dan Amerika Serikat menghadapi serangan Houthi. Perang
gerilya modern di laut tidak hanya dilakukan oleh Negara seperti Ukraina, namun
juga oleh aktor nonnegara seperti Houthi. Sehingga strategi anti perang gerilya
modern di laut melawan UAV, USV, dan UUV
tidak hanya dilakukan oleh Negara dengan kekuatan militer besar seperti Amerika
Serikat dan Rusia, namun juga negara berkembang seperti Sri Lanka.
Strategi
perang gerilya laut maupun anti gerilya laut modern sangat sesuai dengan konsep
perang berlarut yang dikemukakan oleh Menteri Pertahanan RI dalam kerangka
defensif aktif, yaitu strategi pertahanan yang menekankan kemampuan bertahan
jangka panjang, mematahkan kehendak lawan, serta memaksimalkan seluruh sumber
daya nasional untuk menghadapi konflik.
Drone kamiakze UAV, USV, maupun
UUV secara langsung sesuai dengan karakter perang berlarut karena bersifat
relatif murah, dapat diproduksi massal, mudah diganti ketika hilang, serta
mampu memberikan efek tempur dan intelijen yang penting tanpa mengorbankan
personel. Swarm attack juga sesuai dengan konsep “Hellscape”, sebuah doktrin
yang bertujuan membanjiri zona pertempuran dengan ribuan drone otonom murah
sebagai serangan kamikaze. Penulis juga menyertakan pengalaman dalam
menciptakan maritime kamikaze drone yang dapat berfungsi sebagai USV dan UAV
sebagai sasaran dalam sarana latihan menghadapi perang gerilya modern di laut.
