
Pro dan kontra
pelaksanaan calistung pada usia prasekolah (5-6 tahun) masih menjadi persoalan
hangat. Pasalnya, pemerintah telah mengeluarkan peraturan bahwa praktik
calistung tidak diperbolehkan dilakukan di sekolah, tetapi kenyataannya, banyak
orangtua yang menuntut anak mereka bisa calistung agar mudah ketika memasuki
jenjang sekolah dasar. Bagaimana solusinya? Antara pihak sekolah dan orangtua
harus ada kerja sama agar tahapan perkembangan anak mereka dapat berkembang
secara optimal. Khusus keaksaraan awal, merupakan modal bagi anak agar anak
siap memasuki tahapan belajar selanjutnya. Dalam buku ini, penjelasan mengenai
kedilemaan memberikan calistung kepada anak usia prasekolah dibahas secara
jelas dan rinci dengan tambahan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Buku
ini juga mengupas secara detail bagaimana calistung dapat diberikan dengan
tidak memaksa dan menekan anak. Secara teori, terdapat penjelasan mengenai
tahapan membaca dan berhitung permulaan untuk anak usia dini. Secara praktik,
terdapat berbagai macam metode yang dapat diterapkan untuk anak usia dini dalam
mengembangkan keaksaraan awal anak usia dini, dalam ruang lingkung membaca,
menulis dan menghitung permulaan.
Matematika merupakan cabang suatu ilmu pengetahuan. Matematika sering disebut ilmu dari segala ilmu. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang diajarkan di sekolah, baik sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi. Masalah yang sangat menonjol dalam pengajaran matematika adalah proses pembelajarannya. Jika proses pembelajaran tidak efektif, dapat menyebabkan pemahaman matematis siswa tidak maksimal. Pembelajaran yang tidak efektif ini disebabkan karena pembelajaran matematika yang dilakukan di sekolah pada umumnya menggunakan pembelajaran ekspositori yaitu guru menyampaikan pembelajaran dengan cara berbicara, menerangkan materi, don memberi contoh soal. Sehingga guru yang aktif dalam pembelajaran dan siswanya masih pasif.
Setiap siswa diharapkan memiliki kemampuan matematis agar dapat mempermudah dan memperlancar proses pembelajaran. Selain itu, kemampuan matematis juga sangat dibutuhkan untuk kemajuan dan perkembangan IPTEK, mengingat kemajuan dan perkembangannya yang sangat pesat saat ini tidak lepas dari peran pendidikan sebagai salah satu tolak ukur berkembangnya suatu bangsa. Perkembangan IPTEK juga menuntut kita supaya bisa menerapkan konsep matematika dan mampu mengembangkan kemampuan matematika. Baik itu kemampuan matematis, komunikasi, representatif, maupun penalaran. Kemampuan matematika juga sangat dibutuhkan dalam memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan nyata.
Masalah terbesar yang dihadapi semua manusia dalam
menjalani kehidupan ini adalah mengenal Tuhan melalui ilmu dan amal.
Pengenalan tersebut akan melahirkan kemampuan manusia merespon segala
realitas kehidupan dalam segala keadaan secara bijak, santun, cerdas,
dan jauh dari ketegangan, stres, depresi bahkan konflik. Hanya dengan
bersandar pada Allahlah sikap tersebut akan terwujud, dan Tasawuf
mengantarkan ke arah yang dimaksud. Sebagai The Heart of Islam,
Tasawuf menguraikan beberapa hal penting yang merupakan landasan bagi
terbentuknya sikap bijak dan cerdas dalam menghadapi berbagai
problematika kehidupan yang terus berkembang dan berubah. Untuk
kepentingan itulah buku Ilmu Tasawuf penguatan Mental-Spiritual dan
Akhlaq ini dihadirkan ke hadapan pembaca.
Tema-tema sentral yang dibahas dalam buku ini merupakan pilihan penulis yang didasarkan atas beberapa pertimbangan; Pertama, berdasarkan
pengalaman penulis mengajar Ilmu Tasawuf dalam lima tahun terakhir, dan
juga bertahun-tahun mengisi berbagai forum pengajian di beberapa
kelompok masyarakat. Materi pokok dan dasar tentang tema-tema tasawuf
ini sangat dibutuhkan dan diminati. Kedua, masyarakat
pada umumnya lebih banyak membutuhkan pembahasan tema-tema keislaman
yang bersifat praktis-amaliah dan tidak terlalu dibawa kepada perbedaan
pendapat dan pembahasan yang terlalu rumit.
Atas dasar
pertimbangan di atas, maka tema-tema dalam buku ini penulis rangkai dari
beberapa sumber, baik buku-buku Tasawuf praktis, kitab-kitab referensi
utama dengan landasan al-Qur’an dan al-Hadits, maupun beberapa hasil
makalah terpilih dari teman-teman pengkaji Tasawuf di berbagai forum.
Dengan didahului oleh pengantar tentang hal–ihwal Ilmu Tasawuf, dan
deskripsi sederhana dari tema-tema pokok kajian ini, diharapkan buku ini
dapat memberikan pemahaman kepada berbagai lapisan masyarakat, baik
akademik maupun praktisi secara mudah dan efektif. Yang lebih penting
lagi adalah dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga
terbentuknya kultur yang bermartabat, berbudi luhur dan berakhlaqul
karimah di segala keadaan.
Diskriminasi terhadap komunitas penghayat, seperti
kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan, pendidikan dan kependudukan
masih terus berlangsung, meskipun gugatan yang dilakukan oleh Aliansi
Komunitas Penghayat dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
Tuduhan
sesat, kafir, bid’ah dan seterusnya, bahkan tidak jarang sampai pada
persekusi kerap dialami oleh para pemeluk kepercayaan lokal. Hal ini
sebagaimana yang dialami oleh Komunitas Agama Djawa Soenda (ADS), yang
terletak di Cigugur Kuningan Jawa Barat. Berbagai konflik, bahkan
penganiayaan dan persekusi tersebut seringkali terjadi ketika berhadapan
dengan Islam radikal dan para pengikut DI-TII Kartosuwiryo.
Buku
yang ada di hadapan pembaca ini, membahas mengenai bentuk diskriminasi
pendidikan yang diterima oleh Agama Djawa Soenda sebelum dan sesudah
putusan MK No. 97 tahun 2016, kemampuan bertahan hidup dan gerakan
sosial baru Agama Djawa Soenda, serta upaya Agama Djawa Soenda untuk
melawan diskriminasi pendidikan.

Pembelajaran Matematika pada satuan pendidikan, sejak
pendidikan hingga pendidikan menengah selalu menarik menjadi bahan
kajian dan penelitian, karena kompleksitas pemahaman yang dialami oleh
peserta didik dari masa ke masa. Sebagian besar peserta didik memiliki
respon yang beragam tentang pembelajaran matematika. Sebagian merespon
positif dan menyukainya dan sebagiannya kurang merespon dan cenderung
kurang menyukainya. Banyak faktor yang menyebabkan munculnya respon
tersebut. Di antaranya disebabkan oleh faktor eksternal, mulai dari
aspek pendidik, bahan ajar, suasana kelas, waktu belajar, hingga
lingkungan belajar yang dialaminya. Secara internal, terkadang
disebabkan oleh faktor bawaan yang menjadi fondasi atas bakat minatnya.
Terlepas dari berbagai faktor tersebut, matematika merupakan salah satu
pelajaran wajib yang harus diikuti oleh peserta didik, dari kelas 1
hingga kelas 12. Eksistensinya menjadi penting karena matematika
merupakan bidang yang diharapkan mengantarkan peserta didik memiliki
kecerdasan logika matematika yang merupakan salah satu dari 8 kecerdasan
majemuk yang dimiliki oleh setiap insan. Untuk mewujudkan hal tersebut,
dibutuhkan sumber belajar dan bacaan yang dapat dipahami secara mudah
oleh peserta didik dan pendidik, mengingat relasi antara keduanya
menjadi salah satu penentu kesuksesan dalam transformasi pembelajaran.
Kehadiran buku ini diharapkan dapat memecah berbagai kesulitan yang ada
dalam pembelajaran matematika, dengan harapan dapat menjadi referensi
yang mudah diterima dan menjadikan Matematika sebagai pelajaran yang
mudah dipelajari, disukai oleh peserta didik dan menyenangkan.
Gizi merupakan salah satu faktor
penting yang menentukan tingkat kesehatan dan kesejahteraan manusia.
Gizi dikatakan baik apabila terdapat keseimbangan dan keserasian antara
perkembangan fisik dan perkembangan mental. Tingkat status gizi optimal
akan tercapai apabila kebutuhan zat gizi optimal terpenuhi. Keadaan gizi
kurang pada anak-anak mempunyai dampak pada kelambatan pertumbuhan dan
perkembangannya yang sulit disembuhkan. Oleh karena itu anak yang
bergizi kurang tersebut kemampuannya untuk belajar dan bekerja serta
bersikap akan lebih terbatas dibandingkan dengan anak yang normal.
Keadaan gizi kurang tingkat berat pada masa bayi dan balita ditandai
dengan dua macam sindrom yang jelas yaitu Kwashiorkor, karena kurang konsumsi protein dan Marasmus karena
kurang konsumsi energi dan protein. Faktor risiko gizi kurang pada anak
usia 1-5 tahun dari keluarga miskin antara lain adalah pendapatan
keluarga, pengetahuan ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan asupan
makanan.
Buku ini memberikan gambaran mendetail tentang faktor risiko
gizi kurang pada anak usia 1-5 tahun dari keluarga miskin, cara mengukur
status gizi pada anak balita, serta dampak kekurangan gizi pada anak
balita. Selamat membaca!

Buku
ajar yang telah hadir di tangan pembaca ini merupakan produk hasil
Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi yakni Institut Pendidikan
Tapanuli Selatan Prodi Pendidikan Sejarah dan STKIP Adzkia Padang yang
bertindak sebagai Tim Peneliti Pengusul (TPP) dan Universitas Bung Hatta
sebagai Tim Pengusul Mitra (TPM). Buku ajar merupakan sistem pendukung
terlaksananya model PSI-BK dengan baik. Buku ajar dikembangkan isinya
sesuai dengan RPS yang telah disusun dan divalidasi khusus oleh pakar.
Buku ini berisi 6 bab yaitu gambaran bangsa arab sebelum Islam, gambaran
bangsa arab setelah Islam, Islam dan radikalisme, sumbangan Islam untuk
dunia, islamisasi di nusantara, tantangan baru Islam kekinian. Di dalam
buku ajar ini setiap bab dilengkapi dengan pengantar, langkah-langkah
pembelajaran, peta konsep dan capain pembelajaran yang mencakup aspek
sikap, pengetahuan, keterampilan umum dan keterampilan khusus serta
rangkuman dan soal diskusi serta tindak lanjut penugasan terstruktur
yang telah dilengkapi dalam buku ajar ini. Buku Ajar ini adalah solusi
bagi mahasiswa dan peminat umum lainnya dalam memperkaya khasanah,
keilmuan, keislaman dan kebhinnekaan dalam kehidupan yang penuh
keprihatinan.
Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Pokok Agraria maupun syari'at hukum Islam, tanah seharusnya diberdayakan dengan dikelola dan diusahakan sebaik-baiknya agar diperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. Karena penelantaran tanah dengan alasan apapun tidak dibenarkan dalam huku,, dan hukum Islam maupun UUPA dengan jelas telah menyebutkan hal ini bahkan memberikan hak kepada negara untuk menindak tegas terhadap pelanggaran yang berlaku.
Penulisan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penetapan dan penertiban tanah terlantar yang telah dilakukan di Kota Palembang. Serta kaitannya dengan tingkat optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan tanah demi mendapatkan nilai guna ekonomis, sehingga akan terpeliharalah apa yang disebut sebagai adh-dharurat al-khams berupa terpeliharanya harta bendanya (hifdz al-mal) berdasarkan tingkatan kepentingannya yang sesuai dengan maqasyid as-syariah. Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan induktif dimana metode yang digunakan adalah metode desktiptif kualitatif, melalui teori maslahat hajiyyat sesuai dengan gambaran yang sebenarnya dari objek penelitian.
Hasil temuan yang didapat dalam penelitian ini bahwa hampir keseluruhan tanah terlantar yang ada di Kota Palembang yang ada belum seluruhnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rakyat setempat. Selain itu solusi dari permasalahan, secara sekunder (hajiyyat) tanah harus segera diambil alih oleh pemerintah dan benar-benar dimanfaatkan untuk pemenuhan relokasi kebutuhan masyarakat setempat yang kebanyakan miskin lahan dan miskin pendapatan, serta butuh sarana pendidikan dan sarana kesehatan yang memadai dan representative. Dimana pemanfaatan stabilitas pemerataan tingkat kepadatan penduduk yang tidak sejalan lagi dengan luas wilayah.

Mahasiswa milenial adalah
generasi yang sudah disiapkan untuk berkiprah di era revolusi industri
4.0 sebagai era yang penuh dengan dunia literasi berbasis informatika
dan teknologi komputer, sebagai sarana yang sudah sangat kompleks
tersebut mahasiswa bisa belajar lewat berbagai media sehingga akses
untuk mengetahui ilmu pengetahuan yang diinginkan bisa diperoleh dengan
mudah dan cepat. Proses pencapaian ilmu dengan sangat cepat tersebut
memerlukan maturity (kematangan jiwa) sebagai
sarana pendewasaan dalam menyikapi masalah-masalah dalam kehidupannya.
Hal di atas bisa dicontohkan dalam membangun based community
(jaringan komunitas) pada satu pola interaksi yang dinamis di berbagai
media sosial. Fenomena mahasiswa sebagai generasi milenial telah
dibuktikan oleh teman-teman mahasiswa jurusan Tadris Matematika FTIK
IAIN Pekalongan. Di usia yang masih proses penempaan menuntut ilmu,
mereka telah mampu mewujudkan panggung ilmiah (writing theatre)
dalam sebuah karya tulis yang bertema RUANG KETIK: kumpulan essay karya
mahasiswa yang luar biasa. Karya ini harus dijadikan contoh bagi
mahasiswa lain agar lebih mengutamakan akal (kekuatan intelektual) dalam
menumpahkan kemampuan dirinya bukan okol (dimensi otot dan kekuatan fisik) yang dikedepankan, idealnya tentu dimensi akal dan okol bisa
menyatu untuk mahasiswa generasi milenial yang pada akhirnya akan
menjadi mahasiswa-mahasiswa yang bisa OLAH RASA (afeksi), OLAH RAGA
(psikomotorik) dan OLAH FIKIR (kognisi).
Dalam keadaan perekonomian di dunia yang selalu menghadapi tantangan seperti keadaan depresi tahun 1930, krisis multi dimensi tahun 1998, krisis finansial tahun 2008 dan sekarang dampak pandemik Covid-19 tahun 2020, serta melalui dan memasuki 5 era Revolusi Industri yaitu Industry 1.0 water and steam power 1800-end of 18th century, industry 2.0 mass oriduction 1900-beginning of 20th century, industri 3.0 automation and robotics 2000-beginning of 21th, industry 4.0 digital processes 2000-2013 and now industry 5.0 co-working in 2020+, adalag sangat dibutuhkan pengetahuan dan analisis yang akurat di bidang Manajemen Strategi.
Buku ini membahas mengenai bidang Manajemen Strategi Khususnya PT. Waskita Proyek Real Estate Malang ketika memasuki era resesi tahun 1998, mulai dari keadaan umum industri real estate, keadaan perusahaan, analisa teori, analisa lingkungan internal dan eksternal, formulasi strategi, implementasi strategi dan pengendalian strategi serta simpulan dan saran penulis.
Kekuatan buku ini terletak pada pendekatan studi empiris yang dilakukan penulis pada PT. Waskita Karya Proyek Real Estate Malang ketika memasuki Era Resesi Tahun 1998.
Karena itu buku ini amat bermanfaat bagi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen dan Magister Manajemen, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang hendak menulis skripsi dan tesis, Corporate Planning Manager, Business Development and Corporate Planning Manager, Para praktisi dan peminat di bidang Manajemen Strategi baik yang bekerja pada Corporate and Division Strategic Planning maupun konsultan yang bergerak di bidang Corporate Planning.
Penilaian dalam pembelajaran dilakukan untuk mengetahui ketercapaian peserta didik dalam menyerap materi pembelajaran yang diajarkan. Sedemikian penting penilaian, sehingga tidak ada satupun usaha untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar yang dapat dilakukan dengan baik tanpa disertai penilaian. Apa yang diukur atau dinilai oleh pendidik harus mencerminkan kemampuan pesetya didik baik pada saat atau sesudah selesia kegiatan pembelajaran. Penilaian ini dilakukan dalam bentuk tes, baik itu tes diagnostik maupun tes sumatif. Hasil penilaian tes diagnostik digunakan sebagai umpan balik bagi peserta didik untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya dan pendidik untuk mengetahui sampai sejauh mana bahan yang diajarkan sudah dapat diterima oleh peserta didik.
Buku yang ada di hadapan pembaca ini merupakan hasil penelitian yang membahas mengenai Matematika, Hasil Belajar Matematika, Tes Diagnostik, Remedial serta bagaimana Pengaruh Pemberian Tes Diagnostik dengan Remedial dan Kemampuan Awal Peserta Didik terhadap Hasil Belajar Matematika. Selamat Membaca!

Hasil belajar matematika selama tiga tahun terakhir menunjukkan angka yang masih rendah, belum dapat memenuhi target KKM yang telah diprogramkan. Hampir setiap pelaksanaan ulangan harian target terpenuhinya nilai sesuai KKM belum mencapai 75 persen, sehingga perlu dicari penyelesaiannya. Begitu juga hasil penilaian yang diperoleh peserta didik baik pada saat Ulangan Tengah Semester, Ulangan Umum Bersama (UUB) maupun Ujian Nasional (UN) untuk mata pelajaran matematika merupakan nilai yang terendah dibandingan dengan nilai mata pelajaran lain. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu kajian secara cermat dan mendalam mengenai faktor-faktor yang diduga mempengaruhi hasil belajar matematika peserta didik. Yang pada garis besarnya faktor yang mempengaruhi hasil belajar matematika ada dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Sekolah sebagai salah satu faktor eksternal diduga ikut mempengaruhi hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika, melalui metode ataupun pendekatan mengajar, kurikulum, relasi pendidik dengan peserta didik, relasi peserta didik dengan peserta didik, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah.
Buku ini merupakan hasil penelitian, yang mengkaji mengenai tiga faktor yang mempengaruhi hasil belajar matematika yaitu pendekatan pembelajaran, model penilaian dan kemampuan numerik matematika. Ketiga faktor ini yang diselidiki pengaruhnya terhadap hasil belajar matematika pada peserta didik kelas 7 pada tingkat satuan pendidikan Sekolah Menengan Pertama (SMP) di Jakarta.
Perkembangan teknologi yang pada mulanya ditujukan untuk mempermudah
hidup manusia kemudian secara tidak langsung juga mempengaruhi terjadinya
perubahan di masyarakat. Kemudian secara timbal balik masyarakat akhirnya
dituntut untuk memiliki kemampuan yang dapat mengoperasikan dan menguasai
teknologi yang semakin berkembang dari industri ke arah komputerisasi dan
jejaring (networking). Hal ini
selanjutnya mempengaruhi paradigma dan trend
pembelajaran, yang semula bersifat tradisional dengan tatap muka langsung
antara mahasiswa dengan dosen bergeser menjadi blended learning yang
memadukan pembelajaran tradisional dengan elektronik (e-learning) untuk
memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan perkembangan teknologi
tersebut.
Selain karena perkembangan teknologi, di masa pandemi Covid-19 seperti
sekarang ini memaksa pembelajaran di berbagai tingkat pendidikan untuk
dilaksanakan lebih banyak secara virtual/daring daripada secara tatap muka.
Berbagai metode pembelajaran secara daring telah dikembangkan agar tidak
menimbulkan kebosanan, karena masa pandemi ini belum dapat diketahui kapan akan
berakhirnya. Setidaknya pembelajaran secara daring diharapkan dapat mengatasi
masalah kebosanan selama ini ketika menjalankan pembelajaran tradisional.
Beberapa di antaranya adalah dengan metode syncronous dan asyncronous.
Agar pembelajaran daring dapat berjalan dengan baik maka diperlukan
suatu wadah yang dapat mengorganisasikan jalannya pembelajaran dan
mendokumentasikan seluruh materi bahan ajar yang sebaiknya disediakan oleh
masing-masing institusi pendidikan, yaitu Learning Management System
(LMS). LMS suatu institusi diharapkan dapat mewadahi penyelenggaraan
pembelajaran virtual/daring meliputi penyampaian bahan ajar, pengumpulan tugas,
ujian, hingga praktikum virtual. Dalam buku ini akan membahas lebih lanjut
mengenai berbagai macam platform dan aplikasi yang dapat digunakan untuk
mengadakan proses pembelajaran, ujian, dan praktikum virtual secara daring.