PEMBERDAYAAN EKONOMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI ALOKASI DANA DESA
Buku yang berjudul “Covid-19 dan Psikososial Masyarakat di Masa Pandemi” ini disusun oleh Ayu Dwi Putri Rusman, SKM, MPH., Fitriani Umar, SKM, M.Kes., Makhrajani Majid, SKM, M.Kes. yang merupakan ahli dalam bidang kesehatan masyarakat.
Buku ini berisi
informasi mengenai Covid-19, dimulai dari epidemiologi, etiologi, penularan,
faktor risiko, manifestasi klinis, diagnosis, tata laksana, pemeriksaan dan
pencegahan Covid-19. Selain itu, buku ini juga berisi informasi mengenai
psikososial masyarakat, seperti pengertian psikososial, ciri-ciri gangguan
psikosial, psikososial masyarakat di masa pandemi Covid-19, psikososial yang
ditinjau dari berbagai aspek (ekonomi, agama, pekerjaan dan interaksi sosial),
dampak gangguan psikososial masyarakat, serta dukungan kesehatan jiwa dan psikososial
masyarakat terkait pandemi Covid-19.
ASI sangat diperlukan untuk pertumbujan dan perkembagan kecerdasan anak. Anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai Intelelligence Quotient (IQ) yang relatif lebih rendah tujuh sampai delapan poin dibandingkan dengan yang mendapatkan ASI ekslusif. Selain itu, anak-anak yang tidak diberi ASI juga lebih mudah terjangkit penyakit kronis seperti kanker, jantung, hipertensi, kurang gizi, obesitas (kegemukan) dan diabetes setelah kelak dewasa.
Buku yang ada di hadapan pembaca ini, terdiri dari lima bab pembahasan, yaitu Pendahuluan, Pemberian Asi Eksklusif, Manajemen Laktasi, Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif, Faktor-faktor yang Brhubungan dengan Perilaku Ibu dalam Pemberian Asi Eksklusif, dan Penutup.
Ur, Ved dan Lahtal merupakan tiga nama sesembahan masyarakat suku Hamap. Tiga nama ini tidak dapat dipisahkan dalam penyebutannya. Dalam mengawali semua ritus kegamaan Hamap, tiga nama ini selalu diucapkan. Ur diartikan dengan Bulan, Ved diartikan sebagai Matahari dan Lahtal diartikan sebagai rumah/tempat tinggal yang ada di atas.
Penganut agama suku Hamap menghayati adanya Yang Mutlak melalui pengalaman sehari-hari. Mereka memahami bahwa ada kuasa yang berada di luar kekuasaan mereka. Kuasa itu melampaui kuasa dan kemampuan manusia. Itulah yang disapa sebagai Lahtal, Bulan (Ur) dan Matahari (Ved) adalah juga merupakan ciptaan dari Lahtal. Dalam suku hamap, Lahtal itu memberikan perlindungan kepada manusia dalam hidupnya. Karena itu, manusia menyapanya baik pada saat berada dalam keadaan bersukacita maupun pada saat berdukacita. Manusia menyapa Yang Mutlak dengan maksud memohon perlindungan dari berbagai ancaman. Itulah sikap mereka yang menggambarkan pemahaman tentang rasa ketuhanan.
Sebagai manusia tentunya kita akan selalu belajar dan mencoba mengevaluasi segala tindakan dan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari. Semakin bertambahnya usia tentunya kita harus semakin baik dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Perkembangan zaman dan teknologi menuntut kita untuk bisa lebih pandai dalam memanajemen kepentingan dunia dan akhirat. Buku ini mengajak kita untuk berbenah diri agar bisa menjadi manusia yang sebenarnya, sebab banyak fenomena kekinian manusia yang gagal menjadi manusia. Buku ini merupakan sebuah Refleksi Filosofis-Sufistik Kehidupan Praktis dalam sehari-hari mengenai bagaimana cara memahami hakikat manusia; cara memahami Tuhan; cara memahami cinta; cara memahami ilmu dan amal; cara memahami ibadah; cara memahami Islam; cara mengoptimalkan pikiran; dan cara menghayati kehidupan. Tujuan hidup kita akan tercapai jika kita mampu memahami diri kita sendiri dan yang ada di luar diri kita secara Filosofis-Sufistik.
Buku ini memuat secara jelas tentang dasar dalam melakukan sebuah perencanaan dasar mengenai penyusunan program pendidikan kesehatan pada sekolah dasar dalam rangka menunjang pemahaman dalam berperilaku untuk hidup bersih dan sehat. Hal inilah yang menjadi menarik dalam buku ini sehingga dengan mudah pengelola sekolah dalam menyusun program kegiatan dan dengan mudah melakukan sebuah evaluasi akhir.
Buku ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu Dasar-dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Pengendalian Covid-19. Dasar-dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat terdiri atas enam bagian, yaitu Dasar-dasar Pencegahan Penyakit, Epidemiologi, Perilaku Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, dan Gizi Masyarakat. Pengendalian Covid-19 berisikan tentang kajian virus corona dan cara pengendalian Covid-19.
A decision of leaders and managers is needed to be able to provide service satisfaction for stakeholders. The role of the values of religious teachings is very relevant and strategic to underlie decision making in an organization. Moral implementation in organizational management and interaction behavior between existing human resources form a cooperative, synergy and competitive organizational culture better. Integration of intuition skills is needed for organization managers to make their organization more competitive, friendly, and innovative.
The results of the study have the author pour in this book. The research results include:
· Intuition, spirituality and human
· Organizational decision making
· Hospitality industry phenomenon
· Integration of intuitive skills in the organization’s strategic thinking
Penelitian epidemiologi pada masyarakat suku (tribal) di India dan di Amerika Latin, didapatkan bahwa masyarakat suku
berkontribusi memberikan lebih dari 40% penderita malaria dan lebih dari 65%
kasus malaria dengan penyebab adalah P.
falsiparum serta lebih dari 50% kematian disebabkan oleh malaria. Hal tersebut menunjukkan
kejadian penyakit malaria pada masyarakat suku sangat tinggi. Namun, kondisi
berbeda terjadi pada masyarakat adat suku Nuaulu yang merupakan salah satu suku
di Pulau Seram Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Awalnya masyarakat suku ini adalah masyarakat
nomaden, yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain karena alasan mencari
makan dan perlindungan dari musuh. Namun masyarakat ini berhasil diturunkan ke
daerah pesisir dan bergabung dengan masyarakat muslim Sepa (salah satu desa di
Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah). Walaupun sudah tinggal dan berbaur
dengan masyarakat terbuka, masyarakat Suku Nuaulu masih mempertahankan
kebiasaan leluhurnya sampai dengan sekarang ini.
Berburu merupakan salah satu kebiasaan leluhur yang masih dipertahankan
oleh masyarakat Suku Nuaulu. Tujuan berburu adalah untuk memenuhi kebutuhan
pangan keluarga dan kebutuhan penyelenggaraan upacara adat. Berburu biasanya
dilakukan pada sore menjelang malam hari. Lokasinya adalah di hutan baik dekat
yang masih merupakan daerah petuanan desa sampai dengan hutan jauh melintasi
wilayah kabupaten tetangga. Kebiasaan berburu inilah yang memungkinkan mereka
terpapar dengan nyamuk, namun, gigitan nyamuk dianggap sesuatu yang biasa
karena ada kebutuhan yang lebih penting yang harus dipenuhi yaitu kebutuhan
pangan keluarga dan ritual adat. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku
Tengah, nyamuk anopheles yang ada di Pulau seram berdasarkan hasil survey
nyamuk oleh Balai Besar Pengendalian Vektor dan Reservoir Penyakit (B2PVRP)
adalah A. punctulatus, A. subpictus, A.
maculatus dan A.barbirotris.
Penelusuran terhadap kadar TNF-α dan IL-10 masyarakat yang merupakan
salah satu biomarker dari sitokin pro-inflamasi dan sitokin anti-inflamasi,
ditemukan rerata kadar kedua sitokin tersebut sangat rendah pada kelompok
berburu dibandingkan dengan kelompok yang tidak berburu. selain itu juga
ditemukan kejadian malaria hanya terjadi pada kelompok yang tidak berburu,
sementara kelompok yang berburu tidak ada kejadian malaria. Buku ini menggali
dan mendeskriptifkan kebiasaan masyarakat Suku Nuaulu yang diprediksi
berhubungan dengan kadar sitokin yang ditemukan.
Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks dan memerlukan perawatan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multi-faktor di luar kendali glikemik. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) memperlihatkan peningkatan angka prevalensi diabetes yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018; sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti: serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2018). Angka prevalensi kejadian DM di Propinsi Maluku pada tahun 2018 mencapai 10%. Berdasarkan data laporan tahunan Dinas Kesehatan Kota Ambon, kejadian Penyakit DM tipe 2 tahun 2016 berjumlah 916 kasus, tahun 2017 meningkat menjadi 2.867 kasus dan tahun 2018 menjadi 3.547 kasus (laporan tahunan Dinas Kesehatan Kota Ambon, tahun 2019). Kondisi ini menunjukkan kejadian Penyakit DM tipe 2 di Kota Ambon setiap tahun mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menurunkan prevalensi diabetes di Indonesia, salah satunya adalah peningkatan promosi kesehatan. Permasalahan yang ditemui di lapangan adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur terutama mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, sehingga saat berkunjung ke puskesmas penderitanya sudah dalam kondisi sakit parah. Hasil screening risiko menderita penyakit DM tipe 2 di Puskesmas Nania Kota Ambon, didapatkan sebagian besar (82,2%) responden berisiko tinggi menderita penyakit DM tipe 2. Modul ini bertujuan sebagai media promosi kesehatan kepada kelompok risiko (usia ≥40 tahun) tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit DM tipe 2, sehingga dapat dicegah atau dikendalikan dan tidak terjadi komplikasi yang lebih berat.
Modul ini terdiri dari tiga bagian; modul 1 berisi konsep umum penyakit DM tipe 2, modul 2 berisi cara pencegahan penyakit DM tipe 2 dan modul 3 berisi cara penanggulangan penyakit DM tipe 2. Modul ini ditulis dengan harapan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyakit DM tipe 2, cara pencegahan dan penanggulangannya.
Ilmu gizi merupakan ilmu terapan yang mempergunakan berbagai ilmu dasar, seperti biologi, fisiologi, ilmu penyakit (pathology), dan beberapa ilmu lain. Untuk memahami ilmu gizi harus menguasai ilmu dasar tersebut yang relevan dengan kebutuhan ilmu gizi. Pada awalnya ilmu gizi merupakan bagian dari ilmu kesehatan masyarakat, akan tetapi setelah mengalami perkembangan yang sangat pesat memisahkan diri menjadi suatu disiplin ilmu tersendiri. Ilmu gizi didefinisikan sebagai ilmu yang secara khusus mempelajari tentang hubungan makanan yang kita makan dengan kesehatan tubuh, ada juga yang mendefinisikan bahwa ilmu gizi adalah ilmu yang membahas tentang nasib makanan sejak ditelan sampai diubah menjadi energi atau diekskresikan sebagai zat sisa. Tujuan akhir ilmu gizi ini adalah mencapai, memperbaiki, dan mempertahankan kesehatan tubuh melalui konsumsi makanan.
Buku ini terdiri dari beberapa bab. Bab pertama membahas tentang Kebutuhan zat gizi, bab kedua membahas tentang pencernaan dan penyerapan zat gizi, bab ketiga membahas tentang peranan gizi untuk olahragawan, bab keempat membahas tentang pengaturan gizi selama proses pembinaan prestasi atlet, bab kelima membahas tentang gizi untuk aktivitas fisik dan olahraga prestasi, dan bab keenam membahas tentang gizi untuk keadaan khusus.
Buku ini menceritakan pengalaman
peserta bina kawasan 3T yang ditugaskan di pelosok Indonesia wilayah Lombok
Tengah, Nusa Tenggara Barat selama 12 bulan.
Aku
bertanya pada diri sendiri, siapakah aku? Mengapa aku bisa melangkahkan kaki di sini? Dan apa yang aku cari? Ternyata keadaan lah yang menjawab, semesta alam memang tak pernah berkhianat. Menjadi bagian
hidup seseorang memang rasanya menyenangkan. Rasa syukurku yang tiada henti
dengan keberadaanku di sini
membuatku lebih terbuka untuk mencerna makna kehidupan.
“Jika guru berhenti
belajar maka ia harus berhenti mengajar”, motivasi inilah yang dapat mendorongku untuk terus belajar
dan belajar.
Belajar bukan hanya di dalam ruangan saja, aku mendapatkan pelajaran dari
semuanya, muridku adalah guruku dan alam raya adalah sekolahku.
Tatas
Tuhu Trasna. Tatas
memiliki arti pengetahuan dan cara pandang yang berwawasan luas. Tuhu artinya
tidak mengenal putus asa. Serta
Trasna artinya memiliki budi pekerti luhur jiwa kasih
sayang terhadap sesama dan patuh terhadap bangsa.
Buku ini menguraikan tentang hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis yang di dalamnya terdiri dari latar belakang dan permasalahan, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, metode analisis data, metode pengumpulan data, lokasi dan objek penelitian, hasil dan pembahasan penelitian dan kesimpulan.
Selain itu, di dalam buku ini menguraikan tentang beberapa variabel penelitian yang diujikan antara lain pengetahuan produk, persepsi manfaat, promosi sebagai variabel bebas dan minat penggunaan sebagai variabel terikat. Hasil menunjukkan bahwa semua variabel yang diujikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan uang elektronik berbasis server.
This study conducted using the Theo-anthropological approach found that religion cannot be separated from daily behavior including in business. The contribution of Religion to society is a formalized structure in which human beings help each other connect with God and, thus, explore and respond to the divine in themselves and others. In addition, the concept of economic institutions and economic activity is just an abstraction that is useful to describe human interaction.
Especially in pekalongan city, batik industry embodies the islamic religion that is majority believed. The presence of various economic infrastructures such as batik markets, batik villages and batik galleries throughout the city, confirms that the business life of the city is based on the arts, crafts and culture of batik. Batik in addition to being a culture as well as providing entrepreneurial opportunities for the people of Pekalongan. The character of Muslim entrepreneurs such as innovative, leader-spirited, always careful in making decisions plays an important role in the sustainability of batik business. The results of the study have the author pour in this book. The research results include:
· The Problematics of Anthropological Assumptions of Business
· The common theological approaches to business
· The Moslem batik business theologized.