Kamis, 18 Maret 2021

REKRUTMEN CAREWORKER PADA ALUMNI STIKES YARSI MATARAM MELALUI PEER SUPPORT SYSTEM

  • Maret 18, 2021
  • Penerbit NEM

 

Jumlah lulusan keperawatan yang bertambah tetapi jumlah lapangan pekerjaan yang terbatas, menjadi sebuah permasalahan di Indonesia. Banyak yang bekerja menjadi tenaga perawat sukarela dengan gaji sangat jauh di bawah Upah Minimum Daerah. Hal ini menjadi peluang bagi negara Jepang dimana kebutuhan tenaga perawat sebagai Kaigo Fukushi-shi (Caregiver) sangat tinggi. Melalui Program Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) membuat kesepakatan untuk pengiriman tenaga careworker setiap tahunnya sebanyak 1.000 perawat. Namun hanya berhasil mengirim 826 orang dalam rentang 3 tahun melalui program G to G. Monograf ini memberikan gambaran perbedaan motivasi lulusan baru STIKES YARSI Mataram yang terdiri dari Profesi Ners dan Vokasi Keperawatan sebelum mendapatkan pendampingan melalui Kaigo Fukushi-shi Peer Support System dari alumni dan tingkat motivasinya setelah diberikan pendampingan untuk menjadi caregiver (Kaigo Fukushi-shi). Pendampingan melalui Kaigo Fukushi-shi Peer Support System ini diberikan kepada 25 calon wisudawan dengan hasil perbedaan nilai motivasi pada mean rank positif dari seluruh peserta. Didapatkan adanya pengaruh dari Kaigo Fukushi-shi Peer Support System dari para alumni terhadap motivasi calon wisudawan untuk termotivasi bekerja di Jepang sebagai careworker. Pendampingan ini memberikan kontribusi kepada lembaga agar lulusannya siap bekerja dan mendapatkan pengalaman bekerja di Jepang sekaligus sebagai upaya dalam mengurai permasalahan pengangguran di Indonesia.